Senin, 03 Juli 2023




Setiap calon pengantin pasti ingin memberikan yang terbaik untuk hari pernikahannya. Bagaimana tidak, pernikahan merupakan momen sekali seumur hidup. Ada berbagai proses yang dilalui hingga menuju hari bahagia. 

Mengurus keperluan pernikahan sambil bekerja merupakan hal yang challenging untukku. Terlebih aku dan pasangan juga LDR. Tapi menurutku satu yang paling berkesan diantara persiapan ini yaitu pre-wedding. 

Kali ini ini aku akan share bagaimana persiapan pre-wedding supaya hasilnya maksimal berdasarkan pengalamanku beberapa waktu lalu. Selamat membaca, good people! 

1. Siapkan Moodboard 




Untuk memperoleh konsep pre-wedding yang sesuai, aku banyak mencari referensi di media sosial. Mulai dari instagram, tiktok, dan pinterest. Ada banyak sekali ide pre-wedding yang menarik. Jika kamu bingung mulai dari mana, tentukan dulu mau konsep indoor atau outdoor. Baru setelah itu break down lagi konsepmu menjadi moodboard. 

Memiliki moodboard akan mempermudah perancangan konsepmu. Kamu boleh mengambil hasil foto orang lain untuk dijadikan moodboard-mu. Dari moodboard kamu bisa menentukan mood foto, tema kostum, dekorasi maupun lokasi foto yang kamu inginkan. Gunakan teknik ATM ( Amati, Tiru, dan Modifikasi) jika kamu kesulitan membuat moodboard.

Awalnya aku dan pasangan memilih konsep indoor untuk menghindari cuaca yang tidak menentu. Kami ingin mengusung konsep modern dan adat jawa. Namun menjelang hari H pemotretan, kami menemukan sebuah villa yang sangat unik yang bisa digunakan untuk berfoto indoor dan outdoor di satu lokasi saja. 

2. Fotografer





Langkah selanjutnya yaitu menentukan fotografer. Untuk menghemat budget pastikan kamu mencari fotografer yang berdomisili di daerah tempat tinggalmu. Kemudian tentukan fotografer mana yang portfolio-nya sesuai atau mendekati dengan moodboard, karena biasanya setiap fotografer memiliki ciri khas mood dan tone mereka sendiri.  

Tanyakan pricelist masing-masing fotografer yang kamu incar. Harga foto pre-wedding sangat kompetitif. Untuk wilayah Jogja - Magelang sendiri bekisar antara 1-3 juta. Ada pula fotografer yang sudah include dengan video pre-wedding. Soal ini kamu perlu menyesuaikan dengan budget yang ada ya.

Setelah deal dengan fotografer, langsung DP dulu agar fotografermu bisa lock tanggal pemotretan. Jangan sungkan menanyakan konsep moodboardmu ke fotografer. Mereka dengan senang hati akan memberikan masukan dan rekomendasi agar hasil foto jadi lebih maksimal.  

3. Berburu Wardrobe





Saat menentukan wardrobe, aku berdiskusi dengan fotograferku yang kebetulan sahabatku sendiri. Aku mengajukan konsep modern dan adat. Menurutnya alangkah lebih baik jika konsep modern diubah menjadi konsep casual. Lebih santai tentunya tidak terlalu kontras dengan konsep adat. 

Untuk kostum adat kamu bisa sewa di persewaan kostum. Selain lebih lengkap, kamu juga tidak perlu membeli printilan kostum adat yang hanya sekali pakai. Harga sewa baju adat sepasang bekisar antara 300 - 400 ribu. Sedangkan konsep casual aku menyewa kain jarik yang dipadukan dengan atasan couple bermotif. 

Perlu diingat saat berburu wardrobe jangan sampai kalap ingin mencoba berbagai outfit yang ujung-ujungnya tidak dipakai. Baik itu atasan, bawahan, hingga sepatu, pastikan sebelum membelinya kamu tetap bisa menggunakannya di kemudian hari ya.

4. Lokasi Pemotretan




Agar konsep semakin hidup, wardrobe yang dikenakan perlu didukung dengan lokasi yang sesuai. Jangan sampai jadi terlihat dipaksakan karena lokasi yang kurang pas. Saat ini sudah banyak studio foto yang lengkap untuk kamu yang ingin foto indoor.  Biasanya studio foto juga menyediakan properti pendukung. Kamu bisa juga menambahkan dekorasi di studio agar lebih menarik.

Jika tak mau studio, ada banyak pilihan lokasi pemotretan yang bisa kamu coba secara gratis di kawasan Jogja seperti di Kota Gede, kawasan Malioboro, Kota Baru, dan sekitar alun-alun Kraton. Bila punya budget lebih, kamu bisa coba sewa villa atau berfoto di area Studio Alam Gamplong. 

5. Memilih Makeup Artist (MUA)





Menentukan MUA adalah prioritas terakhirku. Karena bagiku menentukan MUA untuk pre-wedding lebih banyak pilihannya dibandingkan saat memilih MUA wedding yang harus kita booking jauh-jauh hari. Namun hal ini tergantung preferensi masing-masing ya. Untukku sendiri makeup pre-wedding bisa menggunakan jasa MUA yang terjangkau karena tidak perlu hasil yang terlalu "wah".

Setiap MUA biasanya memiliki paket khusus pre-wedding. Mereka juga akan menawarkan untuk follow jika klien membutuhkan assist untuk retouch makeup atau copot pasang kostum. Aku dan pasangan sangat terbantu dengan jasa follow dari MUA ini. Terlebih karena aku tidak bisa memasang jarik sendiri. 


Terakhir, jangan lupa untuk bersenang-senang. Tak perlu menjadikan momen pre-wedding ini sebagai beban. Yakinlah pada kemampuan vendor yang sudah kamu pilih. Jangan lupa untuk menikmati momen pemotretan dengan pasanganmu dengan bahagia. Momen pre-wedding bisa jadi momen tidak terlupakan dengan pasangan. Semoga pre-wedding mu diberi kelancaran dan hasilnya sesuai yang diinginkan ya!

Love Letters & Lullaby . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates